Project 3: Payroll, PPh 21 & BPJS Case Study (PT Cipta Alat Nusantara)
Hello, I’m Uli/Project 3: Payroll, PPh 21 & BPJS Case Study (PT Cipta Alat Nusantara)

Project 3: Payroll, PPh 21 & BPJS Case Study (PT Cipta Alat Nusantara)

logo
Tools
Microsoft Excel

Perhitungan payroll tiga karyawan dengan profil berbeda, disusun sebagai kertas kerja Excel berbasis rumus untuk BPJS dan PPh 21

Pillar
Tax
Tools
Microsoft Excel
Level
Intermediate–Advanced
Skills
PPh 21 TER Method, Final Period Tax Recalculation, BPJS Calculation, Payroll Processing
Status
Completed
Related Project
ℹ️
Tentang data ini
Kertas kerja ini menggunakan tiga karyawan yang sudah tercermin dalam pembayaran gaji Project 1. Aplikasi payroll berbayar (seperti Gadjian atau Talenta) membutuhkan akun dan data karyawan yang sebenarnya, sehingga tidak dapat diakses untuk data simulasi. Kertas kerja ini disusun di Excel sebagai working paper, yang merupakan praktik umum sebelum data payroll dimasukkan ke sistem HRIS perusahaan.

Ringkasan Project


Latar Belakang
Kertas kerja ini menghitung payroll bulan Januari 2026 untuk tiga karyawan yang sudah dibayarkan gajinya di Project 1. Profil ketiga karyawan sengaja dibuat berbeda, mencakup dua kategori TER, satu karyawan tanpa NPWP, dan satu karyawan yang berhenti bekerja di tengah bulan.
Yang Saya Kerjakan
  • Menyusun tabel referensi TER (Tarif Efektif Rata-rata) lengkap sesuai PP 58/2023 untuk tiga kategori, sebagai dasar pencarian tarif otomatis, bukan tarif yang diketik manual per karyawan.
  • Menghitung gaji prorata untuk karyawan yang berhenti bekerja pada tanggal 20 Januari, berdasarkan hari kerja aktual, bukan gaji penuh sebulan.
  • Menghitung iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk sisi karyawan dan perusahaan secara terpisah, termasuk memasukkan premi JKK dan JKM yang dibayar perusahaan ke dalam dasar pengenaan PPh 21.
  • Menerapkan tarif tambahan 20% untuk karyawan tanpa NPWP, dan mendokumentasikan bahwa tarif tambahan ini tidak mengubah hasil akhir pada kasus ini karena penghasilan karyawan tersebut masih berada di bawah ambang batas tarif 0%.
  • Menghitung ulang PPh 21 karyawan yang berhenti bekerja menggunakan metode tahunan (PTKP setahun dan tarif Pasal 17), bukan tarif TER bulanan, karena bulan tersebut adalah masa pajak terakhirnya di perusahaan.
  • Menemukan kesalahan rumus pada tarif iuran JKK Perusahaan (tertulis 2,4%, seharusnya 0,24%) yang berdampak pada perhitungan PPh 21 satu karyawan, dan memperbaikinya setelah ditelusuri hingga ke akar penyebabnya.
  • Mengganti rumus pencarian tarif dari kombinasi yang hanya didukung versi Excel terbaru, menjadi kombinasi yang didukung hampir seluruh versi Excel, untuk memastikan kertas kerja ini dapat dibuka tanpa galat di berbagai lingkungan.
Hasil
  • PPh 21 sebesar Rp 16.212 untuk satu karyawan di atas ambang batas TER, sementara dua karyawan lainnya menghasilkan Rp 0, termasuk yang dihitung ulang dengan metode tahunan untuk masa kerja terakhirnya.
  • Total biaya payroll Januari 2026 sebesar Rp 13.860.175, terdiri dari gaji bersih yang diterima karyawan dan iuran BPJS yang ditanggung perusahaan.
  • Dua temuan rekonsiliasi terhadap Project 1, selisih Rp 927.273 akibat gaji yang tidak diprorata sebelumnya, dan beban BPJS perusahaan sebesar Rp 1.287.447 yang belum pernah dibukukan terpisah.
Skill yang Ditunjukkan
Perhitungan PPh 21 metode TER dengan rujukan tabel lengkap · Rekalkulasi PPh 21 masa pajak terakhir · Perhitungan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan · Penerapan tarif tambahan non-NPWP · Proration gaji berbasis hari kerja · Penyusunan kertas kerja berbasis rumus dengan perhatian pada kompatibilitas lintas versi Excel
English Version
Background
This working paper calculates January 2026 payroll for three employees whose salaries were already recorded in Project 1. The three employee profiles are deliberately different, covering two TER categories, one employee without an NPWP, and one employee who stopped working mid-month.
What I Did
  • Built a complete TER (Tarif Efektif Rata-rata) reference table across three categories in line with PP 58/2023, as the basis for an automatic rate lookup rather than a manually typed rate per employee.
  • Calculated prorated salary for the employee who stopped working on 20 January, based on actual working days rather than a full month's salary.
  • Calculated BPJS Kesehatan and Ketenagakerjaan contributions for both the employee and employer sides separately, including employer-paid JKK and JKM premiums in the PPh 21 taxable base.
  • Applied the 20% surcharge for an employee without an NPWP, and documented that this surcharge did not change the final result in this case, since that employee's income remained below the 0% rate threshold.
  • Recalculated PPh 21 for the departing employee using the annual method (full-year PTKP and Article 17 rates) instead of the monthly TER rate, since that month was his final tax period at the company.
  • Found a formula error in the employer JKK contribution rate (written as 2.4% instead of 0.24%) that affected one employee's PPh 21 calculation, and corrected it after tracing it back to its root cause.
  • Replaced the rate lookup formula, originally built on a combination only supported in the newest Excel versions, with a combination supported across nearly all Excel versions, to ensure the working paper opens without errors in different environments.
Result
  • PPh 21 of IDR 16,212 for one employee above the TER threshold, while the other two came out at IDR 0, including the one recalculated under the annual method for his final working period.
  • A total January 2026 payroll cost of IDR 13,860,175, comprising employees' net pay and the employer's BPJS contributions.
  • Two reconciliation findings against Project 1: a variance of IDR 927,273 from salary that had not previously been prorated, and IDR 1,287,447 of employer BPJS cost that had never been booked separately.
Skills Demonstrated
PPh 21 calculation using a complete TER reference table · Final-period PPh 21 recalculation · BPJS Kesehatan and Ketenagakerjaan calculation · Non-NPWP surcharge application · Working-day-based salary proration · Formula-based working paper preparation with attention to cross-version Excel compatibility

Bukti Visual



Ringkasan Payroll


Payroll Register — Januari 2026

ㅤ
Budi Santoso
Siti Rahayu
Andi Wijaya
Total
Gaji Bruto (Prorata)
6.450.000
4.500.000
1.622.727
12.572.727
BPJS Kesehatan (1%)
64.500
45.000
16.227
125.727
JHT (2%)
129.000
90.000
32.455
251.455
JP (1%)
64.500
45.000
16.227
125.727
PPh 21
16.212
0
0
16.212
Total Potongan
274.212
180.000
64.909
519.121
Gaji Bersih (Take Home Pay)
6.175.788
4.320.000
1.557.818
12.053.606
Hanya Budi yang dikenakan PPh 21 pada periode ini. Siti dan Andi menghasilkan Rp 0, namun melalui jalur perhitungan yang berbeda, Siti karena penghasilannya di bawah ambang batas TER meski tarifnya sudah dinaikkan 20% akibat tanpa NPWP, dan Andi karena penghasilan kumulatifnya di tahun 2026 jauh di bawah PTKP setahun saat dihitung ulang dengan metode masa terakhir.

Iuran BPJS Perusahaan — Januari 2026

ㅤ
Budi Santoso
Siti Rahayu
Andi Wijaya
Total
BPJS Kesehatan (4%)
258.000
180.000
64.909
502.909
JHT (3,7%)
238.650
166.500
60.041
465.191
JP (2%)
129.000
90.000
32.455
251.455
JKK (0,24%)
15.480
10.800
3.895
30.175
JKM (0,3%)
19.350
13.500
4.868
37.718
Total Iuran Perusahaan
660.480
460.800
166.167
1.287.447
Beban ini ditanggung penuh oleh perusahaan, terpisah dari potongan gaji karyawan, dan menjadi komponen biaya tenaga kerja yang sesungguhnya di luar angka gaji bruto.

Rekonsiliasi dengan Project 1

ㅤ
Saldo (Rp)
Dibukukan di Project 1 (Beban Gaji & Tunjangan)
13.500.000
Gaji Bruto Aktual (Prorata)
12.572.727
Selisih Proration
927.273
Beban BPJS Perusahaan (belum tercatat di Project 1)
1.287.447
Total Biaya Payroll Sesungguhnya
13.860.175
Selisih proration murni berasal dari gaji Andi yang disesuaikan dengan hari kerja aktualnya. Beban BPJS perusahaan sebesar Rp 1.287.447 adalah temuan terpisah, karena akun Beban Gaji & Tunjangan di Project 1 hanya mencakup gaji bruto, sehingga total biaya payroll sesungguhnya Rp 360.175 lebih tinggi dari yang pernah dibukukan.

Penutup


📁
Kertas kerja Excel lengkap (6 sheet: Tarif TER, Data Karyawan, Perhitungan BPJS, PPh 21, Slip Gaji, Ringkasan & Rekonsiliasi), berbasis rumus dan kompatibel lintas versi Excel, tersedia pada folder Drive berikut: Drive
 
Project selanjutnya menggunakan data pengeluaran yang sama untuk menyusun analisis anggaran dan proyeksi keuangan: [Project 4: Budget vs Actual / FP&A Dashboard]