Project 4: Budget vs Actual & Variance Analysis (PT Cipta Alat Nusantara)
Hello, I’m Uli/Project 4: Budget vs Actual & Variance Analysis (PT Cipta Alat Nusantara)

Project 4: Budget vs Actual & Variance Analysis (PT Cipta Alat Nusantara)

logo
Tools
Microsoft Excel

Perbandingan anggaran dan realisasi Januari 2026 disertai analisis varians volume dan margin, penelusuran per produk, serta reforecast sederhana, disusun sebagai kertas kerja Excel berbasis rumus.

Pillar
Finance
Level
Intermediate–Advanced
Skills
Budgeting, Variance Analysis, Flexed Budget, Product Margin Analysis, Break-even Analysis, Reforecast
Status
Completed
Related Project
ℹ️
Tentang data ini
Kertas kerja ini menggunakan realisasi Januari 2026 dari Project 1 sebagai pembanding. Anggaran 2026 adalah simulasi yang disusun berdasarkan asumsi yang didokumentasikan pada kertas kerja, termasuk target margin kotor 35% yang merupakan target manajemen untuk keperluan simulasi, bukan rata-rata industri. Realisasi baru tersedia untuk bulan Januari, sehingga Februari sampai Desember berstatus anggaran, dan reforecast pada kertas kerja ini bersifat sederhana karena bertumpu pada satu bulan realisasi.

Ringkasan Project


Latar Belakang
Kertas kerja ini membandingkan anggaran dan realisasi Januari 2026 PT Cipta Alat Nusantara untuk mengidentifikasi sumber selisih laba. Realisasi berasal dari laporan laba rugi Project 1, sedangkan anggaran disusun untuk 12 bulan (Januari sampai Desember 2026). Realisasi bulan berikutnya dapat dimasukkan pada ringkasan tahunan.
Yang Saya Kerjakan
  • Menyusun anggaran bulanan Januari sampai Desember 2026 untuk sembilan akun, dengan asumsi utama dipusatkan pada blok parameter dan setiap akun diberi dasar penetapan, sehingga perubahan parameter menjalar otomatis ke seluruh sheet.
  • Menyusun jadwal penyusutan untuk tiga aset tetap berdasarkan umur aset pada Accurate, termasuk lemari arsip yang dibeli pada Januari dan mulai disusutkan Februari, agar anggaran penyusutan konsisten dengan aset yang sudah ada.
  • Membandingkan anggaran dengan realisasi Januari, menghitung varians dalam Rupiah dan persen, serta mengklasifikasikan setiap akun sebagai favorable, unfavorable, atau on budget, dengan arah varians yang dibedakan antara akun pendapatan dan akun biaya.
  • Memisahkan selisih laba kotor menjadi varians volume dan varians margin dengan metode flexed budget.
  • Menelusuri varians margin ke tingkat produk menggunakan kuantitas bersih, harga jual, dan average cost per item dari Project 1.
  • Menyusun ringkasan anggaran tahunan, analisis titik impas, dan grafik tren, dengan baris realisasi yang dapat diisi bulan demi bulan.
  • Menyusun reforecast sederhana yang hanya memperbarui satu asumsi, yaitu margin kotor Februari sampai Desember mengikuti margin aktual Januari, dengan anggaran awal tetap sebagai pembanding varians.
  • Menambahkan pemeriksaan silang antara realisasi dan laporan Project 1, serta antar sheet analisis, agar setiap total dapat ditelusuri.
Hasil
  • Pada Januari, Gross Profit Rp 4.168.000 di bawah anggaran dan Net Loss Rp 12.068.000 dibandingkan anggaran Rp 7.975.000 (selisih unfavorable Rp 4.093.000). Varians biaya operasional hanya Rp 75.000 (favorable), sehingga selisih utama berada pada laba kotor.
  • Selisih laba kotor terdiri dari varians volume Rp 1.015.000 dan varians margin Rp 3.153.000. Kertas HVS A4 80gr menyumbang Rp 2.783.000 (88,3%) dari varians margin, karena margin produk ini hanya 24,0% (target 35%) dan produk ini mencakup 40,7% dari Net Sales. Harga jual dan HPP per unit tidak berubah selama Januari, sehingga margin rendah ini melekat pada daftar harga, bukan akibat perubahan harga atau biaya pada bulan itu.
  • Anggaran 2026 menghasilkan Net Loss setahun Rp 63.566.250, dan Net Sales anggaran (tertinggi Rp 81,5 juta pada Desember) tidak mencapai titik impas pada bulan manapun, yaitu sekitar Rp 89 juta pada target margin dan sekitar Rp 105 juta pada margin aktual Januari. Reforecast sederhana dengan margin aktual Januari menghasilkan Net Loss setahun Rp 108.988.429, atau Rp 45.422.179 lebih besar dari anggaran, sehingga target margin dan daftar harga perlu ditinjau.
Skill yang Ditunjukkan
Penyusunan anggaran berbasis parameter · Analisis varians Budget vs Actual · Klasifikasi favorable dan unfavorable · Analisis flexed budget (varians volume dan margin) · Analisis margin per produk · Analisis titik impas · Reforecast sederhana · Penyusunan ringkasan dan grafik tren di Excel · Pemeriksaan silang antar sheet dan antar project
English Version
Background
This working paper compares the budget and actual results of PT Cipta Alat Nusantara for January 2026 to identify the sources of the profit variance. Actual figures come from the Project 1 income statement, while the budget covers 12 months (January to December 2026). Actual results for subsequent months can be entered in the annual summary.
What I Did
  • Built a monthly budget for January to December 2026 across nine accounts, with the main assumptions centralized in a parameter block and each account given a stated basis, so that changing a parameter flows automatically through every sheet.
  • Built a depreciation schedule for the three fixed assets based on the asset lives recorded in Accurate, including the filing cabinet purchased in January and depreciated from February, so that budgeted depreciation is consistent with existing assets.
  • Compared the budget with January actual results, calculated variances in Rupiah and percent, and classified each account as favorable, unfavorable, or on budget, with variance direction distinguished between revenue and expense accounts.
  • Separated the gross profit variance into a volume variance and a margin variance using the flexed budget method.
  • Traced the margin variance to product level using net quantities, selling prices, and average cost per item from Project 1.
  • Built an annual budget summary, a break-even analysis, and a trend chart, with an actual results row that can be filled in month by month.
  • Built a simple reforecast that updates one assumption only, namely the gross margin for February to December following the January actual margin, while keeping the original budget as the baseline for variances.
  • Added cross-checks between actual results and the Project 1 report, as well as between analysis sheets, so that every total can be traced.
Result
  • In January, Gross Profit was IDR 4,168,000 below budget and Net Loss was IDR 12,068,000 against a budgeted IDR 7,975,000 (an unfavorable variance of IDR 4,093,000). The operating expense variance was only IDR 75,000 (favorable), so the main variance sits in gross profit.
  • The gross profit variance consists of a volume variance of IDR 1,015,000 and a margin variance of IDR 3,153,000. Kertas HVS A4 80gr accounts for IDR 2,783,000 (88.3%) of the margin variance, because its margin is only 24.0% (target 35%) and it represents 40.7% of Net Sales. Selling price and cost per unit did not change during January, so this low margin is built into the price list rather than caused by price or cost changes during the month.
  • The 2026 budget produces a full-year Net Loss of IDR 63,566,250, and budgeted monthly Net Sales (peaking at IDR 81.5 million in December) do not reach break-even in any month, which is about IDR 89 million at the target margin and about IDR 105 million at the January actual margin. A simple reforecast using the January actual margin produces a full-year Net Loss of IDR 108,988,429, which is IDR 45,422,179 larger than the budget, so the target margin and price list need to be reviewed.
Skills Demonstrated
Parameter-based budgeting · Budget vs actual variance analysis · Favorable and unfavorable classification · Flexed budget analysis (volume and margin variance) · Product margin analysis · Break-even analysis · Simple reforecast · Summary and trend chart preparation in Excel · Cross-checks between sheets and between projects

Bukti Visual



Ringkasan Analisis Anggaran


Budget vs Actual Januari 2026
Akun
Budget (Rp)
Actual (Rp)
Varians (Rp)
Status
Net Sales
65.000.000
62.100.000
(2.900.000)
Unfavorable
HPP
42.250.000
43.518.000
(1.268.000)
Unfavorable
Gross Profit
22.750.000
18.582.000
(4.168.000)
Unfavorable
Total Beban Operasional
30.225.000
30.150.000
75.000
Favorable
Operating Income
(7.475.000)
(11.568.000)
(4.093.000)
Unfavorable
Interest Expense
500.000
500.000
0
On Budget
Net Income
(7.975.000)
(12.068.000)
(4.093.000)
Unfavorable
Net Income Januari Rp 4.093.000 di bawah anggaran, terutama karena Gross Profit Rp 4.168.000 di bawah anggaran. Biaya operasional yang Rp 75.000 lebih rendah menutup sebagian kecil selisih itu.

Varians Gross Profit: Volume dan Margin

ㅤ
Nilai
Net Sales Actual (Rp)
62.100.000
Margin target (Budget)
35,0%
Margin Actual
29,9%
Gross Profit Budget (Rp)
22.750.000
Flexed Budget Gross Profit, yaitu Net Sales aktual dengan margin target (Rp)
21.735.000
Gross Profit Actual (Rp)
18.582.000
Varians Volume (Rp)
(1.015.000)
Varians Margin (Rp)
(3.153.000)
Total Varians (Rp)
(4.168.000)
Selisih Gross Profit Rp 4.168.000 terdiri dari varians volume Rp 1.015.000 (penjualan di bawah anggaran) dan varians margin Rp 3.153.000 (margin 29,9% di bawah target 35%). Penyebab utamanya adalah margin, bukan volume penjualan. Varians volume dihitung dari nilai penjualan, sehingga mencakup pengaruh harga dan jumlah barang.
Margin per Produk Januari 2026
Produk
Net Sales (Rp)
Margin
Porsi Net Sales
Selisih terhadap Target (Rp)
Porsi Selisih
Kertas HVS A4 80gr
25.300.000
24,0%
40,7%
(2.783.000)
88,3%
Pulpen Standar
9.720.000
33,3%
15,7%
(162.000)
5,1%
Map Plastik Folio
3.290.000
42,9%
5,3%
258.500
(8,2%)
Tinta Printer Refill
5.400.000
28,9%
8,7%
(330.000)
10,5%
Buku Tulis 58 Lembar
15.840.000
33,3%
25,5%
(264.000)
8,4%
Stapler Sedang
2.550.000
40,0%
4,1%
127.500
(4,0%)
Total
62.100.000
29,9%
100%
(3.153.000)
100%
Selisih terhadap Target adalah Gross Profit aktual dikurangi Gross Profit pada margin 35%. Kertas HVS A4 80gr menyumbang Rp 2.783.000 (88,3%) dari selisih Rp 3.153.000, karena margin produk ini hanya 24,0% dan porsinya 40,7% dari Net Sales. Harga jual dan HPP per unit tidak berubah selama Januari, sehingga margin rendah ini sudah melekat pada daftar harga.
Anggaran, Reforecast, dan Titik Impas 2026
ㅤ
Anggaran
Reforecast
Margin kotor Februari sampai Desember
35,0%
29,9%
Net Sales setahun (Rp)
879.000.000
876.100.000
Net Sales Desember (Rp)
81.500.000
81.500.000
Net Sales bulanan agar laba nol (titik impas), Februari sampai Desember (Rp)
sekitar 89,1 juta
sekitar 105,0 juta
Net Loss setahun (Rp)
(63.566.250)
(108.988.429)
Selisih reforecast terhadap anggaran (Rp)
ㅤ
(45.422.179)
Net Sales Desember Rp 81,5 juta masih di bawah titik impas pada kedua skenario (Rp 89,1 juta dan Rp 105,0 juta), sehingga anggaran dan reforecast sama-sama merugi setahun. Reforecast lebih rugi Rp 45.422.179 karena Februari sampai Desember memakai margin Januari (29,9%), bukan target 35%. Reforecast ini sederhana karena hanya memakai satu bulan realisasi.

Penutup


📁
Kertas kerja Excel lengkap (5 sheet: Asumsi Budget, Budget vs Actual, Analisis Volume vs Margin, Margin per Produk, Ringkasan & Tren), berbasis rumus dan dilengkapi pemeriksaan silang antar sheet, tersedia pada folder Drive berikut: Drive
 
Project selanjutnya menelaah saldo dan transaksi Januari 2026 dari dataset yang sama dalam bentuk kertas kerja audit: [Project 5: Audit Working Paper]